Raja dan Ratu yang Busuk


Wahai engaku Raja dan ratu yang terpisahkan atas ego dan prilaku, Kutulis ini agar engkau mengerti. Karena mungkin dengan setiap kata yang kukumpulkan dapat engkau pahami apa ingin ketiga pionmu ini. Jangan berfikir yang tidak-tidak dahulu, karna aku sebagai pion yang tertua hanya ingin membuat kalian sadar atas apa yang kalian perbuat.

Sebelumnya izinkan hamba, pion tertua ini bertanya kepadamu wahai baginda raja, pantaskah engkau memerintahkan kami untuk menghormatimu dan atau pantaskah engkau sebagai raja, yang duduk disinggahsana hati yang menyejukkan diri? Sungguh pertanyaan ini cukuplah engkau jawab dengan hati nuranimu, cukuplah engkau renungkan dalam diri.

Teringat jelas wahai raja, saat engkau meninggalkan ketiga pionmu ini. Dengan tanpa berdosanya engkau pergi tanpa menoleh bahkan tak memberikan sedikitpun petuah agar kami selalu berada dinalan yang lurus. Engkau acuh wahi raja, sungguh engkau acuh terhadap kami. Engkau hanya berfikir tentangmu sendiri tanpa memikirkan kami, engkau berhura-hura sesuka hati dengan sahabat-sahabatmu itu. Setiap malam, miras dan perjudian adalah teman kesenanganmu. Terlebih lagi dengan prilakumu yang jauh melebihi hewan ternak, Tanpa Tuhan, tanpa aqidah. Bahkan sedari engkau diangkat menjadi raja tak pernah sekalipun kau mengimami kami berjamaah dalam sholat, tertawalah hamba ini, mendengar kata yang kubuat sendiri, sadar dalam diri jangankan kau imami kami sholat, kudengar suaramu melantunkan ayat-Nyapun tak pernah.

Sekarang jawablah pertanyaanku tadi wahai engkau baginda raja yang terhormat.

Dan untuk dirimu wahai ratu, kata-kata yang kau ucap bak duri yang menancap setiap lapisan daging ditubuh kami. Kau merasa engkaulah yang paling benar diantara semua, kalau begitu izinkan hamba sebagai pion tertua ini bertanya. Sudahkah benar apa yang kau lakukan terhadap kami? Sudahkah tahu dirimu apa ingin kami dan atau sudahkah engkau menjadi teladan kami yang terbaik apabila memang benar ucapan katamu itu?

Sekali lagi jawablah pertanyaan ini dalam hatimu yang terdalam, renungkanlah itu wahai ratu.
Ingatkah engkau, saat pion ketiga sama sekali tak mengenal siapa dirimu? Itu karena dirimu pergi keujung penjuru negeri demi mengais rejeki tanpa memikirkan kebutuhannya sebagai pion kecil yang baru engkau miliki. Kehangatan pelukan dan kasih sayangmu tak pernah ia dapatkan, jadi wajar bila engkau tak dikenalinya.
Ingatkah engau ratu, saat kepergianmu sipion kedua sedang berumur 3tahun, sedang lucu-lucunya bertingkah, banyak ingin tahunya bahkan ia manja dipelukanmu saat engka bersamanya. Tapi kini, iaa tumbuh tak sesuai harapanmu, ia berani dengan kerapuhannya, contoh buruk yang kau beri ia ikuti, tapi kau marah besar berkata seenakmu, sombong dengan rasa paling benar.
Ingatkah ratu, disaat kau pergi dulu. Hamba, sebagai pion pertama sedang merasa kesulitan menghadapi lingkungan yang menjauhinya. Seakan masyarakat sekitar takut dengan rupa baruku, apakah kau tahu hingga kini diri terasa hina olehnya, membuat hamba tak percaya diri, belum jua terobati hamba engkau malah pergi melanglang buana..

Sekarang, dengan mengatasnamakan kebahagiaan kami para pionmu, kalian ingin kembali berkumpul seperti dahulu lagi. Merajut heula kain yang dahulu kalian sobek. Sudahlah baginda tak perlulah itu semua. Karena kami sudah terbiasa dengan ini, karena kami besar dalam keadaan ini. Dan kau wahai ratu, tak perlulah kau mencari muka didepan kami, berlaga memperbaiki sesuatu yang telah kau rusak sendiri meski tetap angkuh merasa benar sendiri.

Yang harus kalian fahami. Jangan pernah meminta kami patuh terhadap kalian bila suatu waktu terasa menentang perbuatan kami atas kalian. Karena busuk sifat dan tingkah laku kalian terhadap kami, hingga busuk pulalah yang kami pandang atas kalian.

Meski kami masih menghormatimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s