Si Kera Yang Munafik


Sosok kera mungkin pantas untukmu wahai kau sahabatku, sejak kecil dirimu dikendalikan oleh nafsu. Teringat sekali dalam benak saat kau melakukkan hal yang tak pantas dilakukan oleh seorang mukmin, padahal saat itu usiamu baru berusia 6 tahun, mungkin. Berawal dari mimpi, sosok itu yang menghantarkanmu membuat hal yang hina itu, sosok itu yang mengalungkan rantai dilehermu hingga kau tunduk, patuh. Tak luput pula dalam ingatan bagaimana lingkungan disekitarmu perlahan menjauhimu, karena engkau terlihat hina dihadapan mereka, itulah yang membuat pribadimu tak yakin akan kemampuanmu sendiri, itulah yang membuatmu lemah, wahai engkau kera.

Kera, tak ada yang indah dari sosok keluargamu yang kau rasakan, hanya selembut senyuman dari kedua adikmu yang menghangatkan, menguatkan. Orangtuamu terpisah jarak, engkau memiliki ibu yang tabah dan sabar mencari nafkah lagi halal dari tuhannya, Allah. Tapi jauh, sampai teramat jauhnya ia mengabaikan kebutuhan kasih sayang seorang ibu untuk anak-anaknya, sedang bapakmu, ia dekat, tapi begitu asyik dengan nafsu birahi dan dunia hingga lupa akan anak-anaknya. Ya, seperti itulah keluargamu.

Karena itu, engkau dibesarkan oleh nenek beserta kakekmu wahai kera. Disana engkau diajari cara beretika, bertuturkata. Engkau diajarkan tentang keesaan-Nya, tapi tanpa sadar mereka mencampurkan pluralisme dan liberalisme pada ilmu yang diajarkannya untuk dirimu, teringat saat ibumu berucap “ jangan pernah menghina agama orang lain yang berbeda dengan kita, karena belum tentu agama kita baik dihadapan Allah” masyaAllah, begitu keji ucapan yang terucap itu.

Kera, kini engkau beranjak dewasa, banyak sekali ilmu dan hikmah kehidupan selama kau menjalani kehidupan hingga dewasa kini, pelajaran agama yang kau pelajari dari sahabatmu juga gurumu kau dapatkan. Kini, dengan ilmu itu, kau tau yang mana baik dan yang mana buruk dihadapan Allah, kau mulai mengenal tuhanmu, Allah. Engkau pelajari kitab Al-Qur’an beserta makna dan kandungannya. Engkau mengenal nabimu, Rasulullah SAW yang selalu memberikan contoh teladan yang mulia, kau tahu siapa dirimu dan untuk apa engkau diciptakan.

Tapi engkau kera, dengan ilmu itu kau tak jua berubah, dengan ilmu itu dirimu tak juga lepas dari rantai yang mengikat dilehermu. Yah, engkau masih saja tertunduk oleh hawa nafsu itu. Aku tau sudah banyak hal yang engkau usahakan untuk melepas rantai dilehermu itu, kau coba berontak agar terlepas dari belenggunya. Tapi usahamu hanya setengah-setengah, engkau seakan takut terlepas karena sudah terbiasa tunduk padanya.

Kalau sudah begini, bolehlah aku sebut dirimu si kera yang munafik. Bukan tanpa sebab, tapi karena aku tahu ilmu yang kau dapatkan dari sahabat-sahabatmu juga guru-gurumu tentang pemahaman Agamamu dan tuhanmu, Allah. Harusnya sudah membuatmu lepas dari rantai nafsu yang mengikat dilehermu. Tapi alih-alih melepas rantai, engkau malah semakin tunduk dan patuh akan nafsu itu, bahkan kau seakan meminta agar memperkuat lagi ikatannya. Tak hanya itu, engkaupun mengabaikan perintah-perintah yang tuhanmu, Allah perintahkan. Seakan kau tak perduli akan azab-Nya. Dengan sombongmu kau tukar kenikmatan syurga dengan nikmatnya duniawi yang membuatmu mungkin kekal dineraka jika engkau tetap seperti ini.

Kera, hanya satu pintaku pada dirimu, LEPASLAH.. dan LARILAH… hingga kau benar-benar jauh dari belenggu nafsu itu.. lepaskanlah dengan seikhlas-ikhlasnya, dan segera menjauhlah.. agar engkau menjadi manusia yang sesungguhnya manusia yang dirahmati Allah. Bukan seperti ini, yang kufur lagi sombong, yang hina lagi menghinakan diri, selalu melakukan perbuatan yang dilaknat Allah.. sungguh kalau seperti ini terus, tanpa perubahan hingga akhir hidupmu kelak diakhirat engkau termasuk golongan yang munafik wahai engkau sahabatku.. jadi lepaskanlah rantai dilehermu itu, lari dan menjauhlah darinya, berubahlah dan berhijrahlah..

Semoga engkau selalu dilindungi dan bersama Rahman dan Rahim – Nya.. Aamien

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s