Kisah Nabi Idris as dan Malaikat Izrail


download (1)

Assalamu’alaikum sahabat,,

pernah tidak sahabat mendengar cerita ini, cerita dimana sang malaika pencabut nyawa yang kagum dengan sosok Nabi Allah Idris as?

kisah ini amat luar biasa, kesalehan nabi Idris as mengundang kekaguman para malaikat. Suatu ketika dengan menyamar sebagai manusia, datanglah malaikat Izrail berkunjung ke rumah nabi Idris as. Setelah menyampaikan salam, malaikat Izrail dipersilahkan masuk. Awalnya nabi Idris as tidak menyadari bila tamunya merupakan malaikat. Namun setelah beberapa hari menolak untuk makan dan tidur, nabi Idris as akhirnya dengan hati-hati menanyakan keanehan tersebut kepada tamunya. Alangkah terkejutnya nabi Idris as setelah mengetahui tamunya merupakan malaikat Izrail. “Saya adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa,” kata sang tamu. Nabi Idris as sangat kaget. “Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya nabi Idris as. Malaikat Izrail kemudian menjelaskan kehadirannya karena ingin lebih mengenal nabi Idris as lebih dekat. Mengetahui hal ini nabi Idris as kemudian memanfaatkan kehadiran malaikat Izrail dengan mengajukan dua permintaan. Permintaan pertama adalah bagaimana rasanya mati? Permintaan kedua adalah keinginan untuk melihat surga dan neraka. Dengan ijin Allah, malaikat Izrail memenuhi dua permintaan tersebut.

Rasa Sakit Kematian
Permintaan pertama nabi Idris as adalah ingin mengetahui bagaimana rasanya nyawa dicabut? “Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar nabi Idris. Permintaan yang aneh, sebab umumnya manusia sangat takut dengan kematian. Malaikat Izrail kemudian mencabut nyawa nabi Idris as. Setelah bangun dari kematian nabi Idris as kemudian ditanya bagaimana rasanya sakaratul maut? “Sesungguhnya ibarat terkelupasnya kulit dalam keadaan hidup-hidup, maka rasa sakit menghadapi maut itu lebih dari 1000 kali sakitnya.” ujar nabi Idris as. Malaikat Izrail lalu menjelaskan, ia mencabut nyawa nabi Idris as dengan lemah lembut seperti yang biasa dilakukan ketika mencabut nyawa orang-orang beriman. Karena penasaran, kemudian nabi Idris as bertanya bagaimana rasa kematian orang tidak beriman. Malaikat Izrail menjelaskan, mereka akan dicabut nyawanya dengan rasa sakit yang luar biasa. Rasa sakit tersebut akan terus dirasakan hingga hari kiamat.
Melihat Surga Dan Neraka
Permintaan kedua nabi Idris as adalah keinginannya untuk melihat surga dan neraka. Lagi-lagi malaikat Izrail menunjukan keheranannya. “Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para malaikat pun takut melihatnya,” sahut malaikat Izrail. “Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” ujar nabi Idris as. Setibanya di neraka, nabi Idris as langsung pingsan tak sanggup melihat kekejaman di neraka. Malaikat penjaga neraka sangat menakutkan dan menyeret semua manusia yang durhaka kepada Allah ke dalam berbagai siksaan yang mengerikan. Api neraka berkobar dahsyat, suara gemuruhnya membuat gentar, pemandangan yang sangat menakutkan.
Dari neraka, kemudian nabi Idris as diantar ke surga. Malaikat Ridwan menyambutnya dengan suka cita. Penghuni surga akan senang bertemu dengan malaikat Ridwan, karena ia akan menyambutnya dengan sikap sopan dan lemah lembut. Melihat surga, nabi Idris as sangat terpesona, kagum dengan keindahannya. Berkali-kali diucapkannya, “Subhanallah, subhanallah, subhanallah….”. Sungai-sungai surga airnya bening seperti kaca. Pohon-pohonnya batangnya terbuat dari emas dan perak. Pohon buah-buahan ada di setiap penjuru dan buahnya segar, ranum dan harum. Nabi Idris as juga melihat istana-istana pualam bagi penghuni surga. Ketika berkeliling, nabi Idris as didampingi bidadari-bidadari cantik dan anak-anak muda yang wajahnya amat tampan. Mereka semua bertingkah laku dan bertutur kata sopan.
Nabi Idris as sangat ingin meminum air surga, “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”. Malaikat Izrail pun menjawab, “Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.”. Maka para pelayan surga pun datang, mereka mengantarkan minuman air surga menggunakan gelas berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris as pun meminum air surga itu dengan penuh nikmat. “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah….,”, nabi Idris as bersyukur berulang-ulang.
Wafatnya Nabi Idris as
Dikisahkan nabi Idris as hidup hingga umur 365 tahun dan berteman erat dengan malaikat penghuni surga. Malaikat tersebut kemudian membawanya ke langit namun terhenti di langit keempat. Mereka bertemu dengan malaikat maut. Malaikat tersebut bertanya kepada malaikat maut, berapa sisa umur nabi Idris as? Malaikat maut kemudian bertanya, dimanakah nabi Idris karena dirinya telah diperintahkan untuk mencabut nyawanya. Akhirnya nabi Idris meninggal dan tetap berada di langit keempat.
Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya Nabi Idris adalah:
  1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah s.w.t. membawa kemenangan.
  2. Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.
  3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah s.w.t. dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
  4. Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntut sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
  5. Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah s.w.t.
  6. Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
  7. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
  8. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah s.w.t. atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.
Dalam hubungan dengan firman Allah s.w.t. bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi. Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat. Wallahu a’alam bissawab.
semoga bermanfaat ya sahabat…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s