Hikmah Saat Berada Dalam Kendaraan Umum Jakarta


Asslamu’alaikum sahabat…

80888_angkot_melintas_di_dekat_busway_transpakuan_di_bogor_663_382

Ada kisah saat saya berada di busway dari monas ke ragunan saat pulang dari kantor, saat itu mobil yang saya naiki penuh sehingga saya harus berdiri, saat itu didepan saya ada seorang ibu yang usianya mungkin 50 tahunan, saya melihat dia selalu menundukan kepala, saat itu saya berfikir dia mungkin sedang mual atau sedang ingin muntah,, tapi seketika itu juga apa yang saya fikirkan itu terbantahkan, ketika itu bus yang saya tumpangi mengerem mendadak sehingga membuat tangan sang ibu keluar dari kantung tasnya bersamaan benda yang iaa genggam. Ternyata ibu itu sedari tadi sedang membaca surat yaasiin, salah satu surat yang ada dalam Al-Qur’an. subhanallah saat itu hati saya tertegun.. saya merasa tak mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk selalu mengingat Allah di usia saya yang masih muda ini..

Adalagi saat saya berada di sebuah kendaraan umum, sesaat pulang dari kantor,kejadiannya dua hari sebelum peristiwa saat saya bertemu dengan seorang ibu yang membaca Al-Qur’an didalam busway. Peristiwa ini juga membuat hati ini takjub akannya. Saat itu saya menaiki salah satu angkutan umum atau yang sering kita sebut Angkot, ya seperti hari-hari biasanya setelah turun dari busway saya langsung naik mobil angkutan umum jurusan pasar minggu – ciganjur, kebetulan saat itu aku duduk di depan didekat bapak sopirnya, disebelah saya ada anak kecil berumur lima sampai 6 tahun. Subhanallah, tak lama setelah saya menaiki mobil itu, saya mendengar celotehan anak tersebut, celotehan itu adalah ayat-ayat pendek Al-Qur’an, tiba-tiba celotehan anak itu berhenti di salah satu ayat pendek. Tak lama sang bapak sopir melanjuti ayat yang tak selesai di celotehkan anak tersebut, si anak tersenyum sambil berkata “ayah hafal?”, “ya hafal dong..” lanjut si bapak sopir. Dari situ saya baru tahu bahwa bapak sopir ini adalah ayah dari anak tersebut, setelah itu mereka bercengkrama layaknya seorang anak dan orangtuanya. Tak lama kemudian anak itu bertanya soal waktu shalat “yah, kok dijam 12an dan 3an disiang hari terdengar suara adzan sedangkan dimalam hari tidak, apa malam hari kita ga sholat ya..” Tanya sang anak. “ya kalo siang hari itu jam 12 adalah waktu dzuhur dan jam 3 itu waktu ashar. Sedang dimalam hari itu bukan jam 12 tapi jam 00, adzan disore hari itu menandakan waktu ashar itu jam 15 bukan jam 3. Jam tiga itu masih malam. Waktunya sholat tahajud” ungkap sang ayah. Masih banyak lagi celotehan sang anak dan ayahnya didalam angkutan kota itu yang tidak saya ceritakan, tapi inti dari kejadian ini begitu luar biasa, terus terang saya iri kepada anak itu karena ayah saya tidak mengajarkan ilmu seperti itu kepada saya, saya tidak punya sosok ayah yang mekipun dalam keadaan bekerja tetap memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi anaknya dunia dan akhirat,, tapi selain perasaan iri itu ada hikmah yang saya ambil, bahwa suatu saat saya ingin sekali seperti bapak sopir itu, ya, apapun pekerjaan kita, sesibuk apapun kita masa depan anak adalah tanggung jawab bagi orang tua, jadi sudah selayaknyalah kita mengajari anak-anak kita kelak agar menjadi anak yang shalih.. Aamiin, terimakasih dik, terimakasih pak sopir,, sungguh pengalaman bertemu kalian adalah pelajaran yang begitu berharga bagi saya.

Masih diangkutan kota, tapi dilain hari, kira-kira satu minggu setelah kejadian saya bertemu dengan seorang ibu yang membaca ayat Al-Qur’an di busway. Lagi-lagi saya bertemu dengan seorang ibu, tetapi ibu yang satu ini sedang hamil. Yah,, lagi-lagi saya melihat seorang ibu yang luar biasa, iaa memang tak membawa Al-Qur’an dalam bentuk media buku, tapi dia membawa handphone yang didalamnya ada aplikasi Al-Qur’an, sepanjang jalan arah ragunan – ciganjur iya terus menerus membaca ayat-ayat Allah, ini sungguh membuat saya malu, sangat malu. Setahun yang lalu Allah beri saya handphone yang dapat mengakses aplikasi yang sama seperti ibu hamil itu, ya Al-Qur’an. Tapi saya tidak mempergunakannya dan mengamalkannya dengan baik seperti halnya dengan sang ibu hamil itu.

Ya Allah, betapa engkau menyayangiku, hingga engkau mengingatkanku melalui tiap-tiap kejadian ini, aku yang hanya seorang hamba yang lalai yang selalu lupa akan kekuasaan dirimu, makin jauh atas dirimu, tapi dengan Rahman dan Rahim Mu, kau ingatkan saat aku lupa, kau beri ilmu yang sebelumnya aku tak tahu, kau ingatkan aku saat aku lalai, itu semua karena Engkau rindu dengan ku,, Ya Allah harus bagaimana lagi aku bersyukur atas nikmat Mu ini.. Ampuni aku ya Allah.. sungguh aku termasuk orang-orang yang merugi jika tanpa kasih sayang, Rahman, Rahim dan ampunan Mu,, Ampuni aku ya Allah..

Sahabat.. semoga pengalaman ini bisa sahabat ambil hikmahnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s